Sesi Diagnosis

Beranda / Meta Ads / Materi iklan yang diuji

Materi iklan yang diuji: beberapa versi, pemenangnya diperbesar.

Coba simulasinya di bawah, lalu baca rinciannya.

Simulasi

Satu materi bagus pelan-pelan jenuh. Siapkan pengganti sebelum biayanya naik.

Tekan tombol di panel. Tiga versi baru diuji, pemenangnya diperbesar.

Materi › Kesehatan materi

Akun iklan contohJum, 6 Nov 2026Data contohPM

Kesehatan materi · 30 hari

Coba di sini
Materi aktif1
Frekuensi4,8
Biaya per chatRp 34.000
MateriHari tayangFrekuensiStatus
Gambar promo lama464,8Jenuh
Video cara pakai0-Antrean
Foto pelanggan asli0-Antrean
Teks tanya jawab0-Antrean
  1. Biaya per chat naik 3 minggu berturut-turut
Contoh cara ScaleUp-In Ads mengelola pengujian materi iklan: materi yang jenuh terlihat dari frekuensi dan biaya yang naik, lalu tiga versi baru diuji dan pemenangnya diperbesar.

Simulasi ilustrasi dengan data contoh, bukan janji hasil. Strategi untuk usaha Anda disusun di Sesi Diagnosis.

Materi iklan adalah gambar, video, dan kalimat yang dilihat calon pembeli. Satu materi bagus tidak cukup, karena materi cepat jenuh. Beberapa versi diuji bersamaan, pemenangnya diberi anggaran lebih, dan materi baru disiapkan sebelum yang lama melemah.

Masalah yang sering terjadi

  • Iklan memakai satu gambar yang sama berbulan-bulan
  • Materi dibuat dari selera, bukan dari alasan orang membeli
  • Biaya per hasil naik pelan tanpa tahu sebabnya

Yang kami kerjakan

  • Sudut pesan disusun dari alasan orang membeli
  • 3 sampai 5 versi diuji di awal
  • Pemenang diperbesar, yang kalah dihentikan
  • Materi baru disiapkan rutin

Tanya jawab

Apakah materi harus video?

Tidak harus. Gambar sederhana yang jelas sering menang. Video membantu bila produk perlu ditunjukkan cara kerjanya.

Siapa yang membuat materi iklan?

Cakupannya dibahas di Sesi Diagnosis. Foto dan video nyata dari usaha Anda biasanya paling dipercaya.

Sesi Diagnosis

Mulai dari membaca angka usaha Anda.

Ceritakan produk, margin, dan cara tim Anda membalas chat. Kami menilai kecocokan dulu, baru membahas anggaran dan target.